Ikatan Keluarga Alumni SMPN 181 Jakarta Pusat

Tampilkan postingan dengan label Muhasabah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhasabah. Tampilkan semua postingan

Ujian Dalam Rumah Tangga

Saudara dan sahabatku ... 

Semoga dalam keadaan sehat dan selalu bahagia bersama keluarga Aamiin Yaa Rabbal 'alamiin...

Kalau ada masalah rumah tangga di 1 tahun pernikahan

2 tahun pernikahan

3 tahun pernikahan

4 tahun pernikahan

5 tahun pernikahan

Dan di tahun-tahun selanjutnya..

Entah karena faktor,

Ekonomi menurun

Belum punya momongan

Beda pendapat umum dengan suami

Drama mertua

Atau masalah lainnya...

"Selama itu bukan"

> KDRT

Suami kelainan seksual

Suami berzina

Suami bermalas-malasan tidak menafkahi

Dan masalah berat yang mungkin gak bisa kamu selesaikan sendirian sedangkan kamu dan anak-anak berhak hidup tenang juga bahagia...

Maka, 

Bersabarlah jika masalah yang kamu hadapi bukan masalah berat..

Karena, ujian sebenarnya dalam berumah tangga adalah saat usia pernikahanmu berada di fase jenuh yaitu 10 tahun keatas pernikahan.

Bukan lagi tentang ekonomi

Bukan lagi tentang mertua jahat

Bukan lagi tentang handuk basah di atas kasur

Bukan...

Tetapi, saat hatimu dan hatinya sama-sama jenuh di dalam ikatan sebuah pernikahan yang mengharuskan bertahan untuk sama-sama saling mencintai.

Maka, 

Tetaplah bersabar di ujian pernikahan di usia muda ini..

Karena ini cara Alloh membuat hatimu dan hati suamimu saling terpaut, saling menyemangati, saling mencari solusi,

saling bersabar membersamai, saling mendoakan kebaikan..


Dengan begitu, 

Saat usia pernikahanmu berada di fase terjenuh

Kamu akan ber-nostalgia bahwa, kalian pernah sama-sama melalui semua ujian demi ujian dengan bahagia, seberat dan sesulit apapun tetap bergandengan 

1 2 3 4 5 6 7 tahun pernikahan

Percayalah Alloh sedang menempa kesabaranmu 

Untuk ujian rumahtangga yang lebih besar di depan nanti.


Karena, ujian pernikahan yang sesungguhnya adalah mencintai orang yang sama selamanya sampai di Surga-Nya..

============================

Sumber : MUSQA

MUSQA - Ma'had Qur'an Wa 'Uluum Syar'iyyatu Linnisa - 'An Bu'd

Visi : Bersama kita meniti jalan menuju jannah-Nya dengan berpedoman AlQur'an dan As-Sunnah bifahm Salafusshaalih


Share:

Catatan dari seorang anak...suami...dan ayah

Bismillah...
Alhamdulillah

'Ntah dari mana aku akan memulai
tulisan ini... dan 'ntah mengapa aku
ingin membuat tulisan ini.


Apa karna kecemasan yang demikian dalam...?

Hmmm... mungkin dimulai dari
hari ini saja 


Hari ini 44 tahun yang lalu (19 November1971)
seorang anak lahir di dunia ini dari keluarga berdarah sunda di sebuah RS di
Jakarta Pusat. Keluarga biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa...tetapi kami
cukup bahagia dan sejahtera. Ayah dan mamah (demikian biasa kami memanggil
untuk orang tuaku) berasal dari Garut sebuah kota di Jawa Barat. Sudah sejak
muda orangtua ku merantau di Kota Jakarta.




Di hari lahirku inilah, aku
jadi teringat “mamah” ... sosok wanita yang melahirkanku..”semoga Alloh
mengampuni dosa2nya dan menyayanginya seperti aku di waktu kecil, dan semoga
Ayah dan mamah di sana dalam keadaan sehat walafiat... serta Alloh berikan
kemudahan urusanya serta kelancaran rezekinya... dan di jauhkan dari mara
bahaya...aamiin...


Mamah maafkan anak mu ini...
yang sampai detik ini belum bisa membahagiakan mu... tetapi aku akan senantiasa
berdoa semoaga Ayah dan Mamah di berikan bimbingan ...kemudahan dalam
menjalankan perintah-perintah Alloh... agar tercapai kebahagiaan akherat... kebahagiaan
yang hakiki... aamiin


Apa yang aku persembahkan
sampai saat ini tentunya tidak seberapa di bandingkan pengorbanan .. kasih sayang
yang ayah - mamah berikan kepada ku sampai saat ini...

Jerih payah ayah sebagai pekerja yang disiplin dan rajin... sungguh sangat terinpirasi bagi diri ini... Didikan ayah selalu akan ku ingat... terimakasih ayah ... engkau telah membentuk diri ini menjadi seorang ayah dan suami yang bertanggungjawab....



Semua yang aku peroleh aku yakin aku takkan mampu
untuk membalasnya.


Ayah-Mamah maafkan anakmu bila
selama ini ada ucapan dan perbuatan yang menyakitimu...semoga ayah dan mamah mau
memaafkan anakmu ini...


Terbayang akan mamahku yang
melahirkan ... aku pun  teringat kepada
wanita yang melahirkan anak-anak ku... “istriku”


Dialah wanita yang menemaniku selama ini. Bahtera yang kami jalani bersama saat ini akan genap 15tahun
(24 november nanti). Sungguh bukan hal yang mudah dan ringan mengarungi lautan
kehidupan ini ... ada pasang dan surutnya... ada gelombang ombak dan tiupan
angin lautnya...


Istriku kau dampingi suamimu
dengan sabar ... dengan tabah dan tak pernah putus asa... ketika berada dalam
goncangan ombak kehidupan... kau berikan semangat dan kesabaran pada diriku.


Apapun yang aku berikan kau
terima dengan senang dan ikhlas walaupun kau tau apa yang kuberikan sunngguh
sangat jauh dari kecukupan.


Dan semua itu kita lalui
bersama sampai menjelang genap 15 tahun pernikahan kita. Kau berjuang untuk
kelahiran anak kita... dengan mempertaruhkan nyawamu... kau mengurus...
mendidik dan menyayangi mereka... Terimakasih istriku, sungguh aku takkan
mungkin dapat mencari wanita lain yang sepertimu. Aku cukup bahagia dengan
melihatmu bahagia... indah di pandang mata dan membawa ketenangan di dalam hati
ini... engkaulah istri solehah.


Aku dengan istri dan lima anak-anakku,
kini tinggal di kota Jakarta belahan timur. Dalam kehidupan ini sudah banyak
hal-hal yang menjadi pelajaran dalam hidup ku .


Yaa Alloh berikan
ketenangan... kedamaian dan kasih sayang dalam rumah tangga kami... jadikan
anak-anak kami anak yang soleh dan solehah... Aku sebagai ayah dari lima anak


Zahra 
– Syifa 

– Ghozie 

– Syaiful dan

– Badar 

Anak-anakku jadilah kalian muslim yang
berTAQWA. Bukan gelar dunia yang kami inginkan, tetapi menjadikan kalian
sebagai generasi penerus risalah dakwah ini ... generasi muda Islam yang kuat
... tangguh... untuk menegakkan kalimat Alloh.

Ya Alloh berikan kepada hambamu ini kemampuan mendidik amanah yang Engkau berikan... Jadikan kami penghuni-penghuni surgamu Yaa Alloh...  “...jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka...” (Qs.
At-Tahriim ayat 6)


Di hari ini, ketika usia ini
semakin bertambah dan masa hidup semakin berkurang ... timbul dalam diri ini
kecemasan kekhawatiran

“... bekal apa
yang sudah aku siapkan untuk hari esok...” (Qs. Al-Hasyr ayat 18).

Maka ku
mohon yaa Alloh terimalah amalan soleh hambamu ini... jadikan sebagai bekal
hidupku ya Alloh... di kehidupan yang hakiki... Berikan kemampuan kepada hambamu
ini dalam menjalankan perintah-perinyah mu Yaa Alloh ... aamiin ...

Laa haula walaa quwwata illa billah ...












Share:

Kisah : SEKILO "GULA MERAH"



Ada seorang lelaki miskin penjual gula merah yang dibuat istrinya untuk dijualnya ke kota. 

Istrinya selalu membuat gula merah dengan bentuk bulat dan beratnya 1 kg. 

Dia selalu menjual gula merah itu ke salah satu toko dan membeli kebutuhan harian mereka untuk sekadar makan.

Suatu ketika pemilik toko itu curiga dengan berat gula merah itu dan dia pun menimbangnya. Ternyata beratnya tidak sampai 1 Kg, Hanya 900 Gram. Tangannya gemetar dan dadanya terasa seperti ingin meledak.

"Jadi selama ini dia membohongiku. Berapa banyak kerugian yang aku alami.

Penipu!!!” teriaknya dalam hati.

Hari itu juga lelaki miskin itu didatanginya dgn membawa gula merahnya. “Kamu telah menipu saya.. ! Kamu bilang gula merah ini 1 Kg ternyata hanya 900 Gram saja.. !”  teriak pemilik toko.

Lelaki miskin itu menundukkan kepalanya dan berkata : “Kami orang miskin. Kami tidak punya timbangan di rumah. Kami membeli beras di toko Bapak seberat 1 Kg dan itulah yang kami jadikan timbangan untuk menimbang gula merah".

Seketika wajah si pemilik toko jadi merah karena malu, Semerah seperti gula merah yang dia persoalkan.


Pesan moral

Pandai2lah introspeksi diri. Terkadang Kita melihat orang lain Salah, Tapi kita tidak menyadari ternyata sebenarnya sumbernya kesalahan itu datang dari diri kita sendiri.....


Kiriman dari seorang sahabat ...

Share:

Jangan Sakiti Ibu

 💡 *_PESAN POSITIF HARIAN_* 💡 

*I.B.U.*


Allah karuniakan pada ibu kedudukan yg mulia dalam syariat-Nya. Allah sebutkan bagaimana pengorbanan ibu bagi anaknya. Yang karena itu, Allah dan Rasulullah perintah setiap anak berbakti pada ibunya. 


Sekedar meninggikan suara di hadapan orang tua sudah cukup menjadikan seorang anak jatuh dalam durhaka. Apalagi membentak dan menyakiti hati mereka. Terlebih lagi menyakiti ibunya. 


Namun, hari ini, kita dibanjiri tontonan, gosip, dan berita yang pelan-pelan membuat kita menganggap membentak orang tua, membentak ibu, seolah adalah hal biasa. Padahal, durhaka pada orang tua termasuk salah satu dosa besar, satu tingkat setelah dosa syirik, menyekutukan Allah Ta'ala.


Sembilan bulan ibu ke sana kemari membawa janin dalam perutnya. Ibu bertaruh nyawa ketika melahirkan anak-anaknya. Menyusui mereka selama dua tahun dengan segala kerepotannya. Ibu suapi anak-anaknya, memandikan mereka, membersihkan kotorannya, dan merawatnya dengan cinta, letih, dan air mata. Ternyata, anak-anak itu kemudian membentak dan durhaka padanya. Seperti apa rasanya? 


Semoga para ibu tidak sampai mengalami dan merasakan sakitnya didurhakai buah hati mereka. 


-------

Bacaan : Syarh Kitab Al-Kabair  Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan, Maktabah Al-Imam Adz-Dzahabi, hal. 624-627


✍🏻 @abun_nada

_Reposted by :_ @pesanpositifharian


         •┈┈┈┈• ❀ 💫⭐💫 ❀ •┈┈┈┈•

______________


Share:

TERUSLAH BERBUAT BAIK


 

Share:

HIKMAH BERBAGI ...

 Hikmah Berbagi

Bismillaahirrohmaanirrohiim. 
Assalamu'alaikum Wr Wb

" The Secret BERBAGI "
Saat kita memberi »  kita akan menerima.
Saat kita menolong org lain » pada saat yang sama kita sedang menolong diri sendiri.
Apa yg kita lakukan untuk orang lain, sebenarnya kita sedang melakukan untuk diri kita sendiri.

Inilah rahasia kehidupan yang tersembunyi bagi banyak orang. 
Bukan karena mereka tidak melihat kebenaran ini, tapi karena mereka tidak mempercayainya.
Karena itu banyak orang lebih berbahagia menerima daripada memberi, lebih suka ditolong daripada menolong. Hidup hanya berpusat kepada diri sendiri.

Αda ilustrasi menarik :

Seorang buta sedang berjalan dengan tongkatnya di malam hari.
Tangan kanannya memegang tongkat sementara tangan kirinya membawa lampu🕯
Pemandangan ini cukup mengherankan bagi seorang pria yang kebetulan melihatnya. 
 
Supaya tidak penasaran, pria itu bertanya, "Mengapa anda berjalan membawa lampu?"
Orang buta itu menjawab, "Sebagai penerangan."
Dengan heran pria iτu bertanya lagi, "Tapi.. bukankah anda buta 
dan tetap tidak bisa melihat jalan meski ada lampu penerangan?"
Orang buta itu tersenyum sambil menjawab;
"Meski saya tidak bisa melihat, orang lain bisa melihatnya."
Selain membuat jalanan menjadi terang, hal ini juga menghindarkan orang lain untuk tidak menabrak saya."

Disaat kita melakukan sesuatu untuk orang lain, 
sebenarnya kita sedang melakukan sesuatu untuk diri kita sendiri.
Kita diingatkan untuk tidak jemu2 berbuat baik.
Ini sebuah rahasia kehidupan untuk hidup yang penuh barokah

"APA YANG  KITA LAKUKAN UNTUK ORANG LAIN, 
SUATU SAAT PASTI  AKAN KEMBALI KEPADA KITA"

Berbahagialah bagi orang2 yg selalu melakukan kebaikan..
Selamat beraktivitas---semoga bermanfaat...
Share:

Hindari Berprasangka....


Renungan Malam 

Sebelum tidur, ada baik untuk kita Renungkan..
"HATI-HATI DENGAN PRASANGKAMU, 
KARENA PRASANGKA
SERINGKALI MENIPU"

Dikisahkan pada sebuah desa dipinggiran kota yang tidak terlalu besar
Hiduplah didesa itu Penjahit tua dan tukang Daging yang cukup dikenal
karena usahanya itu.

Seorang penjahit tua tinggal di sebuah desa itu dan biasa menjahit pakaian 
yang sangat rapih dan indah dan menjualnya dengan harga yang bagus dari usahanya 
tersebut penjahit tersebut hidup berkecukupan dan terpandang 
..
Suatu hari, seorang pria miskin dari desa datang kepadanya dan 
berkata kepada Penjahit
Anda menghasilkan banyak uang dari pekerjaan Anda, lalu mengapa anda 
tidak membantu orang miskin di desa..
Lihatlah penjual daging didesa yang tak punya banyak uang dan setiap hari 
membagikan daging kepada orang miskin.

Penjahit itu tidak menanggapinya dan hanya tersenyum tenang.. 




Orang miskin itu keluar dari penjahit dan Mengabarkan ke penduduk di desa 
bahwa penjahit tua itu kaya tetapi pelit, sehingga orang-orang desa membencinya..

Dan setelah beberapa saat penjahit tua itu jatuh sakit, dan tidak ada penduduk desa 
yang peduli padanya sampai meninggalnya, dia meninggal sendirian
Hari-hari berlalu dan orang-orang desa menyadari bahwa tukang daging tidak lagi 
mengirimkan daging gratis kepada orang miskin di desa tersebut

Dan ketika mereka bertanya kepada penjual daging mengapa  ... Tak Lagi Membagikan Daging Ke Penduduk Desa Yang Miskin ?
Penjual daging itu  memberi tahu mereka bahwa Penjahit tua itulah yang biasanya 
memberi saya sejumlah uang setiap bulan untuk sedekah  memberi daging kepada orang miskin.
Setelah ia meninggal maka berhenti pula sedekahnya atas kematiannya.

Beberapa orang mungkin berpikir buruk tentang Kita, 
dan yang lain mungkin berpikir bahwa Kita lebih murni daripada air.
Ini tidak akan menguntungkan Kita, juga tidak akan merugikan Kita, 
yang penting adalah apa yang Allah ketahui tentang Kita,

Jangan menilai seseorang dari apa yang Kita dengar Dari Orang Lain,, 
karena dia mungkin memiliki hal-hal lain dalam hidupnya
Jika Suatu Saat Kita  mengetahuinya, 
Kita akan Menyesali Semua Ucapan, Pikiran Dan Sikap Kita Pada nya..

Selamat Istirahat..

Share:

Ibu... Selamat Hari Ibu


W A N I T A

Saat Kecil 
dia membuka pintu Syurga untuk ayahnya..

Saat Dewasa
dia menyempurnakan agama untuk suaminya

Saat menjadi Ibu 
Dia menjadi penggerak semua doa keluarganya

Oleh kerana itu 
dia dimuliakan Alloh dengan menempatkan syurga di telapak kakinya
ketika seorang wanita sudah menjadi IBU 


maka ALLAH akan menganugerahkan kepadanya satu senjata 
yang sangat ampuh di muka bumi ..

TAHUKAH ANDA , APAKAH ITU?

Itu adalah Lisannya
Lisannya akan menjadi Berat timbangannya...
Lisannya akan menjadi Pembuka pintu-pintu langit...

Ucapannya akan ... diijabah. 
Doanya akan diangkat ... tanpa penghalang
Doa ibu akan mampu menjadi penghangcur kesulitan bagi anak keturunannya.
Dan mengeluhnya seorang ibu akan menjadi pemberat langkah setiap anggota keluarganya termasuk bagi suaminya

Maka pantang bagi seorang ibu untuk  mengeluh
kerana keluhannya pun akan menjadi kenyataan, 
sebagaimana harapan dan doanya pun akan menjadi kenyataan.

Ucapan buruknya akan menjadi musibah bagi dirinya dan keluarganya
Lisan seorang ibu layaknya seperti Karomah para wali

Maka berhati-hatilah wahai para ibu, ketika anda menggunakan 
senjata terampuh ini ... LISANMU
Gunakan untuk bermunajat meminta kepada ALLOH agar suamimu dimudahkan 
dalam mencari nafkah 
Jangan mengeluhkan tentang dirinya. 
Itu  akan semakin memberatkan dan menyukarkan kehidupan anakmu

Gunakan untuk bermunajat meminta kemudahan dan 
Kesolehan  atas   anak-anakmu

Jangan mengeluhkannya. 
Kerana itu akan menjadi benar adanya..

Subhanalloh...
Renungan untuk para IBU
Selamat  Hari IBU
...buat ibu nan sholehat yg  bijak dan smart 

Baroqolloh fiikum ajmain



Semoga bermanfaat.....
Share:

Pepeling Ali Sadikin Orang Lembur




Pepeling Ali Sadikin Orang Lembur





Share:

Belajar dari sepatu
















Share:

Sudut pandang

Muhasabah



Ambillah kertas putih yang panjang dan lebar

Buatlah sebuah titik di tengah-tengah kertas tersebut




Kemudian perlihatkan keada orang lain





dan tanyakan , “apa yang kamu lihat?”


Niscaya jawabanya , “saya melihat titik hitam”


Begitupun kita pasti akan menjawab yang sama.





Lantas kemana warna putih ???


yang mendominasi ruang kertas ...





Begitulah ... Biasanya kita memandang orang lain ...


dan sebaliknya orang lain memandang kita...


Kita hanya fokus pada noda kesalahan orang lain.


seakan lenyap seluruh kebaikannya.

Begitu pula ketika memandang nikmat Alloh SWT...

Tatkala Alloh berikan musibah menimpa kita...

seakan nikmat Alloh yang tak terhitung jumlahnya...

lenyap ...hilang kita lupakan ...



Tinggallah keluh kesah serta mencari2 kesalahan orang lain

dan mengingkari syukur kita kepada Alloh SWT...

Semoga kita semua bisa lebih bijak dalam menghadapi

dan melihat setiap persoalan ...aamiin



Terima kasih
Share:

Pernahkah ... ???



Hikmah Malam


Pernahkah saat kau duduk santai dan menikmati harimu, tiba-tiba terpikirkan olehmu ingin berbuat sesuatu kebaikan untuk seseorang?
Itu adalah اللّه yang sedang berbicara denganmu dan mengetuk pintu hatimu
(QS 4:114, 2:195, 28:77).

Pernahkah saat kau sedang sedih, kecewa tetapi tidak ada orang di sekitarmu yang dapat kau jadikan tempat curahan hati?
Itulah adalah اللّه yang sedang rindu padamu dan ingin agar kau berbicara pada-NYA
(QS 12:86).

Pernahkah tanpa sengaja kau memikirkan seseorang yang sudah lama tidak bertemu, tiba-tiba orang tersebut muncul, atau kau bertemu dengannya, atau kau menerima telepon darinya?
Itu adalah Kuasa اللّه yang sedang menghiburmu ... Tidak ada yang namanya kebetulan
(QS 3:190-191).

Pernahkah kau mendapatkan sesuatu yang tidak terduga, yang selama ini kau inginkan tapi rasanya sulit untuk didapatkan?
Itu adalah اللّه yang mengetahui dan mendengar suara batinmu serta hasil dari benih kebaikan yang kau taburkan sebelumnya.
(QS 65:2-3).

Pernahkah kau berada dalam situasi yang buntu, semua terasa begitu sulit, begitu tidak menyenangkan, hambar, kosong bahkan menakutkan?
Itu adalah saat اللّه mengizinkan kau untuk diuji, Dan اللّه ingin mendengar rintihan serta do'amu agar kau menyadari akan keberadaan-NYA....
Karena Ia tahu kau sudah mulai melupakan-NYA dalam kesenangan
(QS 47:31, 32:21).

Jika kau peka, akan sering kau sadari bahwa KASIH dan KUASA اللّه selalu ada di saat manusia merasa dirinya tak mampu.

Apakah kau pikir tulisan ini hanya iseng terkirim padamu?
Tidak!
Sekali lagi,
TIDAK ADA YANG KEBETULAN...

Beberapa menit ini tenangkanlah dirimu, rasakan kehadiran-NYA..., dengarkan suara-NYA yang berkata:
"Jangan khawatir, AKU di sini bersamamu"
(QS 2:214, 2:186).      Mari kita mendekat selalu pada-Nya....



dari seorang sahabat
yang sudah lama tak berjumpa...
semoga kita tetap istiqomah di dalam
meyakini Dienul Islam ini...

Jazakolloh khoiron katsiir sahabat...


Share:

" Jangan Merasa Sudah Baik "





SESEORANG ITU KALAU SUDAH MERASA 'BAIK'

...SULIT DIPERBAIKI

(Astaghfirullah wa na'udzubillah)



Sungguh perkataan singkat yang amat menusuk dan amat dalam maknanya



Awal mula tertimpanya keburukan bagi seseorang, apabila dia merasa dirinya sebagai ‘orang baik’

Perkataan beliau ini mengingatkan kita tentang nasehat dari Ummul Mu`miniin ‘Aa`isyah radhiyallaahu ‘anha ketika Rasullullah SAW ditanyُa ''Kapan seseorang itu dikatakan buruk?



Rasulullah SAW menjawab:

Ketika dia menyangka dirinya seorang yang baik.

(At-Taisiir bisyarh Al-Jaami’ as-Shoghiir 2/606)



Benarlah perkataan beliau, awal mula keterperosokan seseorang dalam keburukan, ketika dia menilai dirinya sebagai seorang yang baik. Maka diapun akan mulai merendahkan orang lain.

Maka dia pun merasa serba-berkecukupan, sehingga menghalangi dirinya untuk terus memperbaiki segala keburukannya, kesalahannya, kekeliruannya, serta kekurangan-kekurangannya dalam penunaian kebaikan



Demikian pula, Seseorang itu sulit mendapatkan ilmu, ketika sudah merasa berilmu.

Fudhayl bin ‘Iyyaadh ditanyaka  tentang tawadhu’, maka beliau menjawab:

ُ

"Engkau tunduk dan patuh pada kebenaran, meskipun engkau mendengarnya dari seorang anak kecil; (ketika engkau mendapati ia menyampaikan kebenaran), maka engkau menerima kebenaran tersebut darinya.

Meskipun engkau mendengarnya dari manusia yang paling bodoh; (ketika engkau mendapati ia menyampaikan kebenaran), maka engkau menerima kebenaran tersebut darinya."(Hilyatul Auliyaa’ 8/91)



Jangan sampai banyaknya pengajian yang telah kita hadiri, banyaknya buku yang telah kita baca, banyaknya nasehat yang kita dapatkan dari saudara seiman kita; tapi itu semua tidaklah menambah keimanan dalam hati-hati kita.

Sehingga ketika kita mendapati nasehat, masukan, saran atau kritik dari saudara kita (dan apa yang disampaikan tersebut benar); yang kita nilai level keilmuannya mungkin lebih rendah dari kita; lantas kita malah menolaknya hanya karena hal tersebut.

Sehingga kitapun terhalang dari mendapatkan ilmu karena sikap tersebut… Sehingga kitapun menjadi terbelakang, karena sikap tersebut.



Demikian pula, seseorang itu sulit mengakui dan menghadirkan kekurangan amal dirinya, apabila dia telah menyangka amalnya sudah sempurna (apalagi menyangka amalnya sudah diterima); sehingga ia pun enggan memperbaiki kualitas amalnya, apalagi menambahkan kuantitasnya.



Berkata salah seorang ulama ketika melihat orang yang mengagumi amalnya:ِ

“Janganlah engkau terpedaya dengan apa yang kau lihat dariku, sesungguhnya iblis beribadah kepada Allah SWT ribuan tahun, kemudian dia menjadi kafir."

(At-Taisiir bisyarh Al-Jaami’ as-Shoghiir 2/606)



Allaahu Akbar. Sungguh menakjubkan perkataan beliau. Alangkah jauhnya beliau dari ketertipuan dan keterpedayaan.

Banyaknya amal yang beliau lakukan, tidaklah lantas menjadikan beliau pongah. Kagumnya orang-orang pada amal beliau, tidaklah menjadikan beliau berbangga.

Bahkan beliau tetap khawatir dengan dirinya, karena dahulu iblis pun adalah makhluq yang -zhahirnya taat, tapi karena kebusukan niatnya, hingga akhirnya Allah SWT menampakkan hakikatnya ketika dia diuji.

Kita berlindung kepada Alloh SWT dari ketertipuan, seraya kita memohon padaNya husnul khaatimah..

Aamiin..
Share:

ADA YANG SALAH...?



ADA YANG SALAH...?



Doeloe... orang tua kita berangkat bekerja setelah matahari terbit dan sudah kembali ke rumah sebelum matahari terbenam.



Walaupun memiliki anak yang banyak, rumah dan halaman pun tetap luas, bahkan tidak sedikit ada yang memiliki kebun...dan semua anak-anaknya bersekolah.



Sekarang....banyak yang berangkat kerja subuh dan sampai rumah setelah isya, tapi rumah dan tanah yang dimiliki tidak seluas rumah orang tua kita, dan bahkan banyak yang takut memiliki anak banyak karena takut kekurangan....



"Dan sungguh akan اَللّهُ berikan cobaan kepada manusia dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta...."

(Al Baqoroh (2) AYAT 155)




Adakah yang salah dengan cara hidup orang modern....???




Orangtua kita hidup tanpa banyak alat bantu....tapi tenang menjalani hidupnya...



Sementara kita yang dilengkapi dengan pampers, mesin cuci, kompor gas, HP, kendaraan, TV, email, FB, Twitter, ipad, ruangan ber AC dll..harusnya mempermudah hidup ini....tapi ternyata tidak, sampai-sampai tidak sempat kita menikmati hidup karena semuanya dilakukan terburu-buru...



Berangkat kerja, TERBURU-BURU...

Pulang kerja, juga TERBURU-BURU...

Makan siang, TERBURU-BURU...

Dilampu merah, TERBURU-BURU...

Berdo'a pun, TERBURU-BURU...

Bahkan sholatpun, TERBURU-BURU...



Sifat diatas bukti dari Al-Qur'an surat Al Isra' (17) ayat 11

" Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa"



Hanya mati........yang tidak seorangpun mau TERBURU-BURU....



Saking takutnya akan kurangnya harta untuk keluarga sampai-sampai kita HITUNG-HITUNGAN dalam BERSEDEKAH, sementara Allah SWT tidak pernah hitung-hitungan dalam memberi rizki kepada kita.



"Setan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh berbuat kikir...."

(Al Baqoroh (2) AYAT 268)



Bahkan saking lebih takutnya kita kehilangan pekerjaan hingga berani melewatkan sholat subuh, sholat maghrib dsb..



Sampai dimanakah hidup kita pada hari ini.....???




Semoga kesibukan apapun tidak mengalahkan AKHIRAT dan SELALU MEMPERSIAPKANnya dengan beramal shalih



Semoga bermanfaat..                                  

Ditulis oleh Al-Ustâdz Ahmad Zainuddin Abu Abdillah, Lc Hafizhahullâh.
Share:

Dimana Kebahagiaan ???

 Dimana Kebahagiaan ???

Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah sambil diguyur air hujan. 
Lewatlah sebuah motor di depan mereka. 
Berkatalah petani ini pada istrinya:
"Lihatlah Bu, betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu, meskipun mereka juga kehujanan, tapi mereka bisa cepat sampai di rumah. Tidak seperti kita yang harus lelah berjalan untuk sampai ke rumah." 

Sementara itu, pengendara sepeda motor dan istrinya yang sedang berboncengan di bawah derasnya air hujan, melihat sebuah mobil pick up lewat di depan mereka. 
Pengendara motor itu berkata kepada istrinya:
"Lihat bu, betapa bahagianya orang yang naik mobil itu. 
Mereka tidak perlu kehujanan seperti kita." 

Di dalam mobil pick up yang dikendarai sepasang suami istri, terjadi perbincangan, ketika sebuah mobil sedan Mercy lewat di hadapan mereka:
"Lihatlah bu, betapa bahagia orang yang naik mobil bagus itu. Mobil itu pasti nyaman dikendarai, tidak seperti mobil kita yang sering mogok." 

Pengendara mobil Mercy itu seorang pria kaya, dan ketika dia melihat sepasang suami istri yang berjalan bergandengan tangan di bawah guyuran air hujan, pria kaya itu berkata dalam hatinya:
"Betapa bahagianya suami istri itu. Mereka dengan mesranya berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri indahnya jalan di pedesaan ini. 
Sementara aku dan istriku tidak pernah punya waktu untuk berdua karena kesibukan kami masing masing." 

Kebahagiaan tak akan pernah kita miliki jika kita hanya melihat kebahagiaan milik orang lain, dan selalu membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain. 
Bersyukurlah kepada Allah SWT atas hidup kita ...

Supaya kita tahu di mana kebahagiaan itu berada


Untuk : Istri dan Anak Anak Abi ...  Abi sayang kalian semua...







Share:

Berbagi Rasa Syukur




Inspirasi

Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. 

Dia bernama Rudi. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar, tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan. 


Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Rudi dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Rudi, ”Beri kami sedekah, Bu!” Istri Rudi kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu lalu menerimanya. 

Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan, ia lalu menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya. Kemudian pengemis itu memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke mulutnya, seolah ia ingin berkata, 

”Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan!” 

Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Rudi pun membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, 

”Tidak... tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!” 

Ironisnya meski tidak menambahkan sedekahnya, istri dan putrinya Rudi malah menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli cemilan. 

Pada kesempatan yang sama Rudi berjalan ke arah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang tanggal gajian, karenanya Rudi ingin mengecek saldo rekening dia. Di depan ATM, Ia masukkan kartu ke dalam mesin. Ia tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. 


Sesaat kemudian muncul beberapa digit angka yang membuat Rudi menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening. Rudi menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM. 

Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya. Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai 10 ribu yang ia tarik dari dompet. Uang itu kemudian ia lipat kecil untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadi meminta tambahan sedekah. 


Saat sang wanita pengemis melihat nilai uang yang diterima, betapa girangnya dia. Ia pun berucap syukur kepada Alloh dan berterima kasih kepada Rudi dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan: 

”Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah... Terima kasih, Pak! Semoga Alloh memberikan rezeki berlipat untuk bapak dan keluarga. Semoga Alloh memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk bapak dan keluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga bapak dan keluarga juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga...!” 

Rudi tidak menyangka ia akan mendengar respon yang begitu mengharukan. Rudi mengira bahwa pengemis tadi hanya akan berucap terima kasih saja. Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadi sungguh membuat Rudi terpukau dan membisu. Apalagi tatkala sekali lagi ia dengar wanita itu berkata kepada putri kecilnya, 

”Dik, Alhamdulillah akhirnya kita bisa makan juga....!” 

Deggg...!!! Hati Rudi tergedor dengan begitu kencang. 
Rupanya wanita tadi sungguh berharap tambahan sedekah agar ia dan putrinya bisa makan. Sejurus kemudian mata Rudi membuntuti kepergian mereka berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuah warung tegal untuk makan di sana. 

Rudi masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga istri dan putrinya kembali lagi dan keduanya menyapanya. 
Mata Rudi kini mulai berkaca-kaca dan istrinya pun mengetahui itu. 

”Ada apa Pak?” 

Istrinya bertanya. Dengan suara yang agak berat dan terbata Rudi menjelaskan: 

”Aku baru saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah!” 

Awalnya istri Rudi hampir tidak setuju tatkala Rudi mengatakan bahwa ia memberi tambahan sedekah kepada wanita pengemis. Namun Rudi kemudian melanjutkan kalimatnya : 

”Bu..., aku memberi sedekah kepadanya hanya segitu. Saat menerimanya, ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Alloh. Tidak itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan keluarga kita. Panjaaaang sekali ia berdoa! Dia hanya menerima karunia dari Aloh Swt sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur.

Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah. 


Bu..., aku malu kepada Alloh! Dia terima hanya 10 ribu begitu bersyukurnya dia kepada Alloh dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Alloh,

Apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak berucap hamdalah.” 

Rudi mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata dan beberapa bulir air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemas setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba. 

"Ya Alloh, ampunilah kami para hamba-Mu yang kerap lalai atas segala nikmat"

Berbagi dengan sesama laksana cermin; pengaruh kebaikannya memantul untuk pelakunya. Selain pahala yang niscaya diraih, Alloh juga selalu menggantinya secara lebih baik, bahkan bertambah-tambah. 
Pesona lain yang luar biasa adalah, memberi apa yang kita punya untuk meringankan beban orang lain, akan mengundang pertolongan Alloh untuk kita. Nabi SAW menegaskan, 

“Allah selalu menolong orang, selama orang itu selalu menolong saudaranya (sesama muslim).” (HR. Ahmad). 

Dalam arti, untuk menolong diri Anda, rajin-rajinlah membantu orang lain. Untuk meraih solusi atas problematika Anda, mari peduli dengan masalah sesama. Karena semakin deras bantuan mengalir pada orang lain, makin deras pula bantuan Alloh. 

InsyaAlloh ... Aamiin...




Share:

Jangan Terpedaya ...


Hikmah malam





Saudara-saudaraku :
Jangan tertipu dengan usia MUDA karena syarat Mati TIDAK
harus TUA.


Jangan terpedaya dengan tubuh yang SEHAT karena syarat
Mati TIDAK mesti SAKIT


Jangan terperdaya dengan Harta Kekayaaan Sebab sikayapun
tidak pernah menyiapkan Kain Kafan buat dirinya meski cuma Selembar.




Teruslah berbuat BAIK, berniat untuk BAIK, berkata yang BAIK-BAIK,
Memberi nasihat yang BAIK Meskipun TIDAK banyak orang yang mengenalimu
dan Tidak suka dengan Nasihatmu

Cukup lah اللهِ yang mengenalimu lebih dari pada orang lain.

Jadilah bagai JANTUNG yang tidak terlihat, Tetapi terus berdenyut setiap saat
hingga kita terus dapat hidup,

Berkarya dan menebar manfaat bagi sekeliling kita sampai diberhentikan oleh NYA


Saudara-2ku:
"Waktu yang kusesali adalah jika pagi hingga matahari terbenam, 'Amalku tidak bertambah
sedikitpun, padahal aku tahu saat ini umurku berkurang"

(Ibnu Mas'ud r.a).

Share:

Cinta Alloh ... ikuti Rosululloh



Bismillah


ASSALAMU'ALAIKUM WR WB





SEBUAH MUHASABAH DI MALAM HARI YANG TERTUANG DALAM SEBUAH CATATAN KHUSUSNYA TUK PRIBADI SAYA DAN SMOGA BERMANFAAT TUK SAUDARA LAINNYA....


QS.2:165. Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).





LALU BAGAIMANA HARUS KITA BUKTIKAN CINTA KITA KEPADA ALLOH.................


ALLOH JELASKAN DALAM WAHYUNYA


QS.3:31, Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.





APA YANG HARUS KITA IKUTI DARI ROSUL KITA? PAKAIANYA ? USAHANYA ?


KELUARGANYA? ATAU APANYA?......................... SMUA ITU BENAR ADANYA KARENA ALLOH SUDAH MEMBERI KABAR KEPADA KITA, DALAM WAHYUNYA


QS.33:21, Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.





TAPI TDAK HANYA ITU , ALLOH MENGUTUS ROSUL TENTUNYA ADA TUJUAN KHUSUSNYA, ALLOH MENGUTUS ROSUL ITU MEMLIKI MISI YANG UTAMA/YANG MENJADI PRIORITAS YAITU ,SEPERTI YANG ALLOH WAHYUKAN DALAM


QS.2:151. Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.





JADI TUJUAN UTAMA ROSUL DI UTUS UNTUK MEMBACAKAN AL-QUR'AN KEPADA MANUSIA/MENYERU/MENYAMPAIKAN/BERDA'WAH.........SUDAHKAH...SAYA BERDA'WAH......????


DAN KETIKA SAYA TIDAK BERDA'WAH MAKA ALLOH MENGANCAM.......


QS.5:67. Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir





JIKA SAYA TIDAK BERDA'WAH BERARTI SAYA TELAH MELANGGAR AMANAH ALLOH, BERARTI SAYA BUKAN PENGIKUT ROSUL...BERARTI PULA SAYA TIDAK PANTAS MENGAKU CINTA KEPADA ALLOH DAN ALLOH PUN MUNGKIN TAK MENCINTAI AKU....





ALLOH TELAH MEMBERI AMANAH KEPADA MANUSIA, ...KEPADA SAYA......


QS. 59:21, Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.





YAA....AL-QUR'AN INI TELAH DI AMANHKAN KEPADA SAYA.....YANG DHOIF, YANG SERING ALPA...YANG FAQIR.....NAMUN SERINGKALI TAKABBUR.....YAAA ALLOH.... MALAM INI AKU BERSIMPUH DI HADANMU MEMOHON KEPADAMU...................


"Ya Rob kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. 


Ya Rob kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. 


Ya Rob kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."


YAA ALLOH ...YAA ROBB...YAA ROHMAN ....YAA ROHIM


AMIN













Share:

MANUSIA APA HEWAN ???




Allah SWT berfirman :

" Dan sesungguhnya Kami jadikan isi neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia,
mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami dan mereka
mempunyai mata tidak dipergunakannya untuk melihat , dan mereka mempunyai
telinga tidak dipergunakannya untuk mendengar . Mereka itu sebagai binatang
ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang
lalai" (Qs.7:179). 


BAGI MANUSIA YANG TIDAK MEMPERGUNAKAN : 
MATA-HATI-TELINGA UNTUK MENGKAJI
AL-QUR'AN, 
MENDENGARKAN AL-QUR'AN, 
MEMAHAMI AL-QUR'AN .. 
MEREKA BAGAI BINATANG
TERNAK....





Share:

TAUBAT



TERIMALAH TAUBAT KAMI YA ALLAH 





Saudara-saudaraku, manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Semua orang pasti
pernah berbuat dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah yang rajin
bertaubat kepada-Nya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah kepada
hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah kalian
berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa.
Sesungguhnya Dia Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Az-Zumar [39] : 53).



Saudara-saudaraku, kezaliman apa pun yang pernah kau lakukan, maka ketahuilah
bahwa pintu ampunan Allah sangatlah lebar. Allah ta’ala berfirman (yang
artinya), “Sesungguhnya Rabbmu adalah pemilik ampunan bagi umat manusia atas
kezaliman mereka, dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar keras siksanya.” (QS.
Ar-Ra’d [13] : 6).



Saudara-saudaraku, kemanakah hendak kau cari ampunan itu kalau bukan kepada-Nya
yang berada di atas langit sana. Allah ta’ala berfirman (yang artinya),
“Sesungguhnya Rabbmu adalah pemilik ampunan sekaligus pemilik siksaan yang amat
pedih.” (QS. Fushshilat [41] : 43).



Saudara-saudaraku, tidakkah engkau ingin termasuk orang-orang yang
dicintai-Nya, tidakkah engkau ingin menjadi orang yang diampuni kesalahan dan
dosa-dosanya? Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Allah mencintai
orang-orang yang rajin bertaubat dan (Allah) mencintai orang-orang yang suka
membersihkan diri.” (QS. Al-Baqarah [2] : 222).



Saudara-saudaraku, apakah kamu enggan untuk bertaubat dan menerima ampunan
dari-Nya? Sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang. Allah ta’ala
berfirman (yang artinya), “Apakah mereka tidak mau bertaubat kepada Allah dan
meminta ampunan-Nya. Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS.
Al-Maa’idah [5] : 74).



Saudara-saudaraku, apakah kita tidak ingin terbebas dari azab yang sangat
pedih? Apakah kita tidak ingin mendapatkan kebaikan? Allah ta’ala berfirman
(yang artinya), “Apabila kalian bertaubat maka itulah yang lebih baik bagi
kalian. Apabila kalian justru berpaling, ketahuilah bahwa kalian tidak akan
bisa melemahkan Allah, dan berikanlah kabar gembira untuk orang-orang kafir
bahwa mereka akan mendapatkan siksa yang amat pedih.” (QS. At-Taubah [9] : 3).



Saudara-saudaraku, kembalilah kepada Dzat Yang Maha pengasih lagi Maha
penyayang, sungguh Dia tidak akan menyia-nyiakan doa dan amal-amal kalian. Nabi
Syu’aib ‘alaihis salam memerintahkan kepada kaumnya, sebagaimana tercantum
dalam ayat (yang artinya), “Mintalah ampunan kepada Rabb kalian kemudian
bertaubatlah kepada-Nya, sesungguhnya Rabbku Maha pengasih lagi Maha
penyayang.” (QS. Hud [11] : 90).



Saudara-saudaraku, marilah kita sambut kebahagiaan dan kesuksesan hidup dengan
senantiasa bertaubat kepada-Nya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya),
“Bertaubatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang yang beriman, agar
kalian berbahagia.” (QS. An-Nur [24] : 31).



Saudara-saudaraku, tidak inginkah kita amal-amal buruk dan kemaksiatan kita
terhapus dan dimaafkan oleh Allah kemudian Allah gantikan dengan kebaikan dan
ketaatan kepada-Nya? Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali
orang-orang yang bertaubat, beriman, dan melakukan amal salih, maka mereka
itulah orang-orang yang akan diganti kejelekan mereka dengan kebaikan. Allah
Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al-Furqan [25] : 70).



Saudara-saudaraku, marilah kita gapai ampunan Allah dan keberuntungan dari-Nya
dengan taubat yang murni, iman yang tulus dan lurus, serta amal yang ikhlas dan
mengikuti tuntunan. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Adapun orang yang
bertaubat, beriman, dan beramal salih, maka semoga saja dia termasuk golongan
orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Qashash : 67).



Saudara-saudaraku, Allah Maha mengetahui isi hati kita dan keinginan-keinginan
yang terbetik di dalamnya. Tidakkah kita tergerak untuk segera menyambut
ampunan-Nya dan bersimpuh di hadapan-Nya untuk memperbaharui taubat kita. Allah
ta’ala berfirman (yang artinya), “Dialah (Allah) yang menerima taubat dari
hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan. Allah Maha mengetahui apa
yang kalian lakukan.” (QS. Asy-Syura [42] : 25).



Ya Allah, terimalah taubat hamba-hamba-Mu ini… Sesungguhnya Engkau Maha
penerima taubat lagi Maha penyayang.



qs.2:286. "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau
kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang
berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan
kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami
memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah
Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."





Aamiiin....

Share: